Memahami Pemutihan Karang dan Dampaknya pada Aktivitas Selam
Pemutihan karang atau coral bleaching adalah respons karang terhadap stres lingkungan, paling sering disebabkan oleh kenaikan suhu air laut di atas ambang toleransi simbion algae zooxanthellae.
Ketika suhu air naik bahkan hanya 1-2 derajat Celsius di atas rata-rata musiman selama periode yang cukup lama, zooxanthellae yang tinggal di jaringan karang akan dikeluarkan. Karang yang kehilangan simbiosis ini akan terlihat putih karena pigmen putih dari kerangka karbonat menjadi terlihat melalui jaringan karang yang kini transparan.
Karang yang mengalami pemutihan tidak langsung mati. Jika suhu air kembali normal dalam waktu yang cukup singkat, karang dapat pulih dan menerima kembali zooxanthellae. Namun jika kondisi stres berlangsung lama, karang akan mati dan tertutupi alga. Pemulihan terumbu yang mati membutuhkan waktu yang sangat panjang.
Dari sudut pandang penyelaman, area yang mengalami pemutihan parah sering menunjukkan penurunan keanekaragaman ikan dan biota lain secara bertahap, karena ekosistem yang bergantung pada karang sehat ikut terganggu. Pemilihan waktu kunjungan dengan mempertimbangkan kondisi suhu laut terkini menjadi semakin relevan dalam perencanaan perjalanan menyelam.